Jumat, 25 Maret 2016

XII IPA 1

WHO ARE WE ??
SMA N 1 TEMPULING, INHIL, RIAU






XII IPA 1
Kisah ini berawal dari dipertemukannya kami di Sepatu hingga berakhir di Dubessatu. kami tidak punya nama yang keren untuk kelas kami, ya hanya itu sepatu dan dubessatu. gabungan dari masing-masing suku kata.  Sepatu = Sebelas IPA satu dan Dubessatu = Dua belas ipa satu. Sangat sederhana, bahkan di bawah sederhana, Karena kami memang tidak berpikir keras hanya untuk sebuah nama. Inilah kami, Terdiri dari 15 orang siswi dan 9 orang siswa. Kata adik kelas kami Kok bisa kompak? dari luar kami memang terlihat begitu kompak, tapi mereka mungkin tidak tau apa yang terjadi di dalamnya. Kami sama seperti yang lainnya. Di dalam kelas pasti ada satu atau dua orang yang tidak bertegur sapa untuk beberapa hari bahkan sampai satu bulan. Di dalam kelas kami juga ada kebisingan, kegilaan, kebahagiaan, kesedihan, keseriusan, kebohongan, kejujuran yaa semuanya kami punya di sini. Kami merasakan hal yang sama di kelas ini. Kami sering tertawa bersama, ngerjain tugas di kelas bersama, nyontek bersama, makan bersama, minum bersama, foto bersama, nyanyi bersama, teriak bersama, gila-gilaan bersama bahkan kami menangis beersama. Aku tidak tau apakah orang lain mengetahui tentang yang satu ini, kita nangis massal. Pada saat itu, hampir semua memiliki muka masam, mengerut tak berbentuk, hidung dan mata memerah, hingga akhirnya kesedihan itu tumpah, membasahi wajah kita masing-masing. Itu semua terjadi layaknya sebuah drama, film pendek ataupun dikatakan sad story. Itu semua hanya terjadi karena ketidakpedulian kita terhadap satu orang yang berkoar-koar untuk meminta kita berfoto bersama satu kali saja. namun, saat itu tak seorangpun menghiraukannya. Semua sibuk selfie sendiri.
Sebenarnya aku punya banyak cerita di dalam kelas ini, sangaaaaaattttt banyak. Tapi, aku tak sanggup untuk menceritakan semuanya di sini. Mungkin aku hanya menceritakannya satu-satu Nanti. Jika blog ini sudah rame:))
Kami sebuah kelas yang isinya mulai dari manusia yang paling sunyi sampai manusia yang super alaayyy+hebboohh. Kami berasal dari Latar belakang suku yang berbeda-beda, tapi kebanyakan banjar. hingga akhirnya yang sukunya bukan banjarpun fasih berbahasa banjar. Kami hanya 24 orang, sangat sedikit. Tapi dari situlah aku merasakan banyak kebahagiaan dengan mereka, merasakan banyak tangisan pula dengan mereka. Namun, tangisan itulah yang membuat aku rindu dengan keberadaan mereka. Keberadaan mereka??? Kini kami bukan lagi bagian dari kelas itu. Kami sudah keluar, dan kami berikan kesempatan pada adik kelas untuk menggantikan posisi kami. Kalian tau dimana sekarang keberadaan mereka? Kami memulai untuk menjadi seseorang yang bukan lagi punya seragam, bukan lagi seseorang yang harus memakai sepatu hitam dan kaos putih, bukan lagi seseorang yang selalu diperiksa kukunya dan bukan lagi seorang siswa. Kini kami keluar dari koridor itu. Mencoba untuk menaiki level kehidupan yang lebih tinggi satu tingkat, di tempat berbeda-beda. Kini mereka ada yang di bagian utara, ada yang di bagian barat, ada yang di bagian selatan, timur dan sebagainya. 24 orang ini sangat susah untuk dikumpulkan dalam satu lingkaran lagi. Kini semua punya dunianya masing-masing, yang aku harap dunia yang lebih indah dari kelas kita dulu. Aku yakin semua punya mimpi dan berharap mimpi itu akan jadi nyata suatu saat nanti. Jujur, aku tidak berharap kita bisa kumpul 24 orang, karena aku tau itu susah. Tapi aku harap kalian tidak pernah lupa untuk mendoakan kita semua, Sepatu dan Dubessatu. Kelak mimpi yang kita khayalkan jadi nyata. Untuk kalian yang jauh di sanaaa, genggam terus mimpi kalian, langkahkan kaki untuk menuju tangga paling tinggi nanti. Tangisan pasti akan selalu hadir. Namun, jangan pernah lupa untuk tetap Tersenyum dan Bersyukur ya sobat. Aku dan kalian semua akan jadi orang yang berguna untuk orang lain kelak, membanggakan kedua orang tua. WE WILL SUCCESS and HAPPY. Jangan lupakan aku ya teman, aku punya banyak foto kita di laptop. Aku akan selalu tersenyum saat membuka memoriam itu, karena aku bahagia ada di tengah-tengah kalian, aku bahagia ada barisan kalian, aku bahagia menangis dengan kalian, aku bahagia karena kalian bahagia. Aku tidak tau apakah ada yng membaca ini dari salah itu member Sepatu? jika ada, semoga kau sedang tersenyum bahagia saat ini. SMA N 1 TEMPULING ^_^
I



Sabtu, 07 Maret 2015

Puisi karya sendiri

MEMBUAT PUISI KARYA SENDIRI

By : @DinaPurwanti


AKU TIDAK TAHU

Aku tahu
Aku hidup di tanah yang luas
Aku berdiri di kota yang besar
Dan aku tahu, aku berpijak di dunia yang sangat tak terbatas

Bahkan aku sangat tahu
Aku ada di antara jutaan jiwa bahkan milyaran
Yang tak kukenal wujudnya
Dan tak pernah pula ku telusur relung di hatinya

Tapi satu yang tidak pernah aku tahu
Saat aku membuka kedua kelopakku
Saat aku terus terbawa butiran embun dan debu yang tak terarah

Aku tidak tahu 
Bahwa di sisi putih dan hitamku 
Selalu ada mereka yang menyayangi dan melindungiku dengan sayap-sayapnya yang tak terlihat